SENI BUDAYA DAYAK....anda diperbolehkan mengambil tulisan di blog ini dengan ketentuan tidak menggunakannya untuk sesuatu yang melanggar hukum, jika ketentuan ini dilanggar maka anda dapat dituntut secara hukum yang berlaku di wilayah atau teritori indonesia. silakan isi buku tamu untuk konfirmasi dan tinggalkan kritik atau saran anda untuk pengembangan pembelajaran dalam menyoroti perkembangan seni budaya dayak di kalimantan, khususnya di kalimantan barat. terimakasih

TRANSLATER

Totok Bakakak (kode) yang umum dimengerti Sukubangsa Dayak

Minggu, 22 Agustus 2010 Label:

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak

  1. Mengirim tombak yang telah di ikat rotan merah (telah dijernang) berarti menyatakan perang, dalam bahasa Dayak Ngaju "Asang".
  2. Mengirim sirih dan pinang berarti si pengirim hendak melamar salah seorang gadis yang ada dalam rumah yang dikirimi sirih dan pinang.
  3. Mengirim seligi (salugi) berarti mohon bantuan, kampung dalam bahaya.
  4. Mengirim tombak bunu (tombak yang mata tombaknya diberi kapur) berarti mohon bantuan sebesar mungkin karena bila tidak, seluruh suku akan mendapat bahaya.
  5. Mengirim Abu, berarti ada rumah terbakar.
  6. Mengirim air dalam seruas bambu berarti ada keluarga yang telah mati tenggelam, harap lekas datang. Bila ada sanak keluarga yang meninggal karena tenggelam, pada saat mengabarkan berita duka kepada sanak keluarga, nama korban tidak disebutkan.
  7. Mengirim cawat yang dibakar ujungnya berarti salah seorang anggota keluarga yang telah tua meninggal dunia.
  8. Mengirim telor ayam, artinya ada orang datang dari jauh untuk menjual belanga, tempayan tajau.
  9. Daun sawang/jenjuang yang digaris (Cacak Burung) dan digantung di depan rumah, hal ini menunjukan bahwa dilarang naik/memasuki rumah tersebut karena adanya pantangan adat.
  10. Bila ditemukan pohon buah-buahan seperti misalnya langsat, rambutan, dsb, didekat batangnya ditemukan seligi dan digaris dengan kapur, berarti dilarang mengambil atau memetik buah yang ada dipohon itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Banua Dayak © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone